Blogger Widgets

Thursday, February 7, 2013

Menjadi vegetarian: pros and cons


Vegetarianisme saat ini sudah tak lagi menjadi praktik yang aneh terutama di tengah kehidupan urban. Masyarakat perkotaan yang kian menyadari arti penting kesehatan, secara tak langsung telah mengangkat pamor veg lifestyle menjadi semacam trend. Tapi logika vege=sehat (baca: vege sama dengan sehat), kemudian ditantang oleh pertanyaan mendasar tentang hakikat diet manusia yang alami; apakah manusia omnifora sejati? Jika demikian maka tentunya menjadi veg justru dikuatirkan akan berbuntut masalah kesehatan.

Sebenarnya menjadi vegetarian sama halnya dengan berbagai lifstyle lainnya memiliki advantage  dan limitation tersendiri. Penulis sendiri pernah berkenalan dengan seorang vegan—strict vegetarian yang menghindari sama sekali produk hewani (termasuk susu, telur, dan madu)--yang memulai diet vegan sedari ia masih berumur 9 tahun. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah pertumbuhan seorang anak justru akan terhambat dengan pola makan non-daging? Tapi bukti nyata yang terpampang di hadapan saya adalah seorang perempuan muda yang sehat dengan tinggi badan di atas rata-rata, berkulit kencang dan halus, dan wajah penuh binar semangat dan energi. Hmm.. kalau begitu veg lifestyle rasanya layak dilirik menjadi pilihan diet yang menguntungkan.

Mengenai  “untung-rugi,” pada dasarnya seorang vegetarian mengambil manfaat sekaligus menerima efek merugikan dari apa yang dikonsumsi dan apa yang dihindari dalam pola makan non-daging. Menjadi veg berarti mengkonsumsi sebanyak mungkin sayuran dan buah-buahan, yang berujung pada asupan fiber, vitamin c, karotinoid, asam folic, dan lemak tak jenuh dalam jumlah yang sangat menyehatkan. Menjadi vegetarian juga memiliki arti menghindari daging, yang berujung pada terhindarnya asupan vitamin B-12, vitamin D, omega-3 dan kecukupan konsumsi zat besi.

Konsumsi serat dan vitamin c  sebanyak mungkin memiliki keuntungan tak hanya berupa pencernaan yang sehat dan tubuh yang terhindar dari resiko penyakit jantung dan diabetes, namun juga tubuh yang langsing dan kulit yang cerah dan sehat. Karotinoid cukup dikenal sebagai zat anti kanker juga peluruh lemak dalam darah. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa karotinoid juga memiliki manfaat untuk mengurangi efek kerusakan sel kulit akibat terpapar sinar matahari. Asam folic adalah zat penting yang membantu perkembangan sel neural manusia. Seorang ibu hamil yang mengkonsumsi cukup asam folic akan menghindarkan bayinya dari resiko kelainan otak dan juga kanker usus. lemak tak jenuh—meskipun sama berasal dari “keluarga” lemak—tidak memiliki resiko yang dimiliki saudaranya: lemak tak jenuh. Zat yang dikenal juga sebagi lemak nabati ini bertanggung jawab pada proses absorpsi vitamin dan nutrisi dalam tubuh dan mengatur tekanan darah secara ideal.

Lalu bagaimana menyiasati tercukupinya asupan zat-zat yang terhindarkan saat menjalani diet vegetarian? Vitamin B-12 adalah zat penting yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Sayangnya vitamin ini tak bisa didapat dari makanan vegetarianis. Satu-satunya cara para vege untuk mencukupi kebutuhan vitamin B-12, adalah dengan mengkonsumsi suplemen buatan dari sumber non-daging. Biasanya vitamin B-12 bisa didapat dari produk susu kedelai dalam kemasan. Untuk asupan vitamin D—yang diperlukan dalam absorbsi kalsium—kita dapat mengganti produk susu dan daging dengan membiarkan tubuh bermandikan sinar matahari, atau bisa juga didapat dari suplemen vitamin D yang didapat dari sumber non-daging. Dalam mencukupi kebutuhan omega 3—yang sumber utamanya didapat dari ikan—seorang vege dapat mengkonsumsi banyak-banyak minyak Canola dan Walnuts, atau juga memakan produk yang mengandung ganggang. Nah, untuk konsumsi zat besi, sebenarnya ada banyak suplemen penambah darah yang bisa dijadikan jalan keluar bagi para vege. Selain itu banyak-banyak makan sayuran hijau seperti bayam, bisa juga menjadi strategi pilihan.

Jadi pada dasarnya menjadi vegetarian memiliki resiko kecil yang bisa disiasati agar kita memiliki kesehatan ideal. Selain keuntungan fisikal berupa badan yang sehat, menjadi vege juga memiliki nilai tambah secara spiritual. Menghindari produk daging berarti kita menghindari mengambil nyawa binatang ternak. Selain itu, kita juga dapat menghindarkan hewan dari cengkeraman sistem peternakan yang sungguh tidak manusiawi. Dimulai dari menghargai kehidupan hewan ternak ini, saya yakin kemampuan kita untuk menghargai kehidupan secara utuh akan menjadi lebih terasah. Di luar itu, membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan tertentu sedikit banyak akan melatih disiplin dan kontrol diri. Jadi tunggu apa lagi, mari mulai melatih diri menjadi vegetarian!

No comments:

Post a Comment