Vegetarianisme saat ini sudah tak lagi menjadi praktik yang
aneh terutama di tengah kehidupan urban. Masyarakat perkotaan yang kian menyadari arti
penting kesehatan, secara tak langsung telah mengangkat pamor veg lifestyle menjadi semacam trend.
Tapi logika vege=sehat (baca: vege sama dengan sehat), kemudian ditantang oleh
pertanyaan mendasar tentang hakikat diet manusia yang alami; apakah manusia
omnifora sejati? Jika demikian maka tentunya menjadi veg justru dikuatirkan
akan berbuntut masalah kesehatan.
Sebenarnya menjadi vegetarian sama halnya dengan berbagai lifstyle lainnya memiliki advantage dan limitation
tersendiri. Penulis sendiri pernah berkenalan dengan seorang vegan—strict vegetarian
yang menghindari sama sekali produk hewani (termasuk susu, telur, dan madu)--yang
memulai diet vegan sedari ia masih berumur 9 tahun. Pertanyaan yang kemudian
muncul adalah: apakah pertumbuhan seorang anak justru
akan terhambat dengan pola makan non-daging? Tapi bukti nyata yang terpampang di
hadapan saya adalah seorang perempuan muda yang sehat dengan tinggi badan di
atas rata-rata, berkulit kencang dan halus, dan wajah penuh binar semangat dan energi.
Hmm.. kalau begitu veg lifestyle rasanya layak dilirik menjadi pilihan diet
yang menguntungkan.
Mengenai “untung-rugi,”
pada dasarnya seorang vegetarian mengambil manfaat sekaligus menerima efek merugikan
dari apa yang dikonsumsi dan apa yang dihindari dalam pola makan non-daging. Menjadi
veg berarti mengkonsumsi sebanyak mungkin sayuran dan buah-buahan, yang
berujung pada asupan fiber, vitamin
c, karotinoid, asam folic, dan lemak tak jenuh dalam jumlah yang sangat menyehatkan.
Menjadi vegetarian juga memiliki arti menghindari daging, yang berujung pada
terhindarnya asupan vitamin B-12, vitamin D, omega-3 dan kecukupan konsumsi zat
besi.
Konsumsi serat dan vitamin c sebanyak mungkin memiliki keuntungan tak hanya
berupa pencernaan yang sehat dan tubuh yang terhindar dari resiko penyakit
jantung dan diabetes, namun juga tubuh yang langsing dan kulit yang cerah dan
sehat. Karotinoid cukup dikenal sebagai zat anti kanker juga peluruh lemak
dalam darah. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa karotinoid juga memiliki
manfaat untuk mengurangi efek kerusakan sel kulit akibat terpapar sinar
matahari. Asam folic adalah zat penting yang membantu perkembangan sel neural
manusia. Seorang ibu hamil yang mengkonsumsi cukup asam folic akan
menghindarkan bayinya dari resiko kelainan otak dan juga kanker usus. lemak tak
jenuh—meskipun sama berasal dari “keluarga” lemak—tidak memiliki resiko yang
dimiliki saudaranya: lemak tak jenuh. Zat yang dikenal juga sebagi lemak nabati
ini bertanggung jawab pada proses absorpsi vitamin dan nutrisi dalam tubuh dan
mengatur tekanan darah secara ideal.
Lalu bagaimana menyiasati tercukupinya asupan zat-zat yang
terhindarkan saat menjalani diet vegetarian? Vitamin B-12 adalah zat penting
yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Sayangnya vitamin ini tak
bisa didapat dari makanan vegetarianis. Satu-satunya cara para vege untuk mencukupi
kebutuhan vitamin B-12, adalah dengan mengkonsumsi suplemen buatan dari sumber
non-daging. Biasanya vitamin B-12 bisa didapat dari produk susu kedelai dalam
kemasan. Untuk asupan vitamin D—yang diperlukan dalam absorbsi kalsium—kita dapat
mengganti produk susu dan daging dengan membiarkan tubuh bermandikan sinar
matahari, atau bisa juga didapat dari suplemen vitamin D yang didapat dari
sumber non-daging. Dalam mencukupi kebutuhan omega 3—yang sumber utamanya
didapat dari ikan—seorang vege dapat mengkonsumsi banyak-banyak minyak Canola
dan Walnuts, atau juga memakan produk
yang mengandung ganggang. Nah, untuk konsumsi zat besi, sebenarnya ada banyak
suplemen penambah darah yang bisa dijadikan jalan keluar bagi para vege. Selain
itu banyak-banyak makan sayuran hijau seperti bayam, bisa juga menjadi strategi
pilihan.
Jadi pada dasarnya menjadi vegetarian memiliki resiko kecil
yang bisa disiasati agar kita memiliki kesehatan ideal. Selain keuntungan
fisikal berupa badan yang sehat, menjadi vege juga memiliki nilai tambah secara
spiritual. Menghindari produk daging berarti kita menghindari mengambil nyawa
binatang ternak. Selain itu, kita juga dapat menghindarkan hewan dari cengkeraman sistem peternakan yang sungguh tidak manusiawi. Dimulai
dari menghargai kehidupan hewan ternak ini, saya yakin kemampuan kita untuk menghargai
kehidupan secara utuh akan menjadi lebih terasah. Di luar itu, membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan tertentu sedikit banyak akan melatih disiplin dan kontrol diri. Jadi tunggu apa lagi, mari mulai melatih diri menjadi vegetarian!
No comments:
Post a Comment