Masker kecantikan dikenal sebagai salah satu metode
perawatan kecantikan yang berusia cukup tua. Nyaris setiap kebudayaan di dunia ternyata
memiliki tradisi pengaplikasian masker—yang diartikan sebagai adonan berisi aneka
bahan dan rempah—dengan tujuan merawat kecantikan. Di nusantara sendiri, masker,
yang dalam istilah tradisional bangsa kita dikenal dengan dengan sebutan bedak
dingin, ternyata tak hanya digunakan di kalangan perempuan jawa saja, namun
juga di nyaris seluruh pelosok negeri, mulai dari minangkabau hingga maluku. Diperkirakan
diadopsi dari kebiasaan kaum perempuan India, ramuan awal bedak dingin adalah
campuran bubuk gandum dan air mawar. Saat ini bedak dingin tradisional masih
memiliki ramuan yang tak jauh berbeda. Perbedaan yang paling kentara adalah
digantinya bahan gandum dengan beras.
Untuk mendapatkan efek terbaik bagi berbagai jenis kulit
wajah, bahan bedak dingin dikombinasikan dengan aneka bahan alami lainnya.
Untuk mengurangi kerutan dan flek hitam, selain dicampur air mawar, adonan juga
dicampur dengan sari pinang muda seberat 3-5 gram untuk setiap satu kilogram
beras. Pinang yang kaya asam galat dipercaya dapat berfungsi sebagai tabir
surya. Pinang juga kaya polifenol, zat yang berfungsi sebagai antioksidan
tubuh.
Bedak dingin juga bisa dimanfaatkan sebagai anti jerawat
dengan menambahkan temulawak, pegagan, dan daun ketepeng ke dalam bahan
intinya. Temulawak berfungsi untuk mengurangi sebum, melancarkan peredaran
darah, dan membantu menyembuhkan infeksi; Pegagan dipercaya berkhasiat sebagai
anti selulit dan juga memperlancar peredaran darah perifer; Sedang daun
ketepeng dapat dijadikan anti kuman dan anti jamur.
Untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak, adonan
bedak dingin bisa dicampur dengan perasan jeruk peras untuk mengurangi kadar
minyak sekaligus menjaga kelembaban kulit. Vitamin c di dalam jeruk juga
berkhasiat mencerahkan kulit wajah.
Bedak dingin juga berkhasiat mengobati biang keringat jika
ditambahkan biji Waron/ kasturi. rempah tradisional yang satu ini diyakini dapat
meredakan ruam pada kulit, mengobati peradangan, dan menghaluskan permukaan
kulit yang tidak rata. Seperti misalnya diakibatkan bekas jerawat.
Karakter bedak dingin tradisional yang cukup dikenal umum
adalah wanginya yang khas. Wewangian yang diperoleh dari bahan alami ini
biasanya didapat dari ekstrak berbagai jenis bunga seperti mawar, melati, dan
kenanga. Selain itu bagi yang menyukai aroma yang lebih kuat, bahan seperti
akar wangi (Andropogon zizaniodes) dan batang cendana bisa juga menjadi
pilihan. Yang pasti penggunaan parfum alami dari bahan organik ini tak akan mengakibatkan
alergi, bahkan pada kulit sensitif sekalipun.
Sama halnya seperti makanan yang dikonsumsi tubuh, kulit pun
perlu menghindari penggunaan kosmetik dan produk perawatan yang berbahan dasar
anorganis (kimiawi). Membiasakan diri menggunakan bedak dingin secara rutin
adalah metode perawatan kulit wajah yang ideal. Meskipun efek yang diharapkan
tidak instan layaknya pengaplikasian produk modern, namun scara perlahan, bedak
dingin akan memberikan hasil yang memuaskan dengan resiko yang minim.
Padmita House of Beauty, dengan didasari semangat untuk melanjutkan
legacy tradisi kecantikan nenek
moyang, juga berkeinginan untuk menggali resep dari masa lalu ini. Dengan penggunaan
bahan yang alami dan tanpa bahan pengawet, bedak dingin Padmita tak hanya
bertujuan untuk memberi efek perawatan yang memuaskan, tetapi juga membagi semacam
pengalaman lintas zaman. Pengalaman para perempuan di masa lalu, yang memaknai kecantikan
sebagai konsekuensi bersinergi dengan alam, alih-alih terbujuk slogan produsen
kosmetik terkemuka, yang menjanjikan kecantikan instan dan permukaan.
No comments:
Post a Comment