Blogger Widgets

Friday, February 22, 2013

Hypnobeauty: Inception ala Dr. Dewi Yogo Pratomo

Dom Cobbs dan rekan-rekannya  terlibat dalam aksi mengejar dan dikejar, menculik dan mencuri, saling tembak, saling baku hantam, dan berkali-kali menghadapi ancaman maut. Persona penuh kharisma yang diperankan dengan sangat piawai oleh Leonardo Dicaprio ini tidak sedang berada dalam aksi melawan musuh yang nyata; jauh dari itu ia sedang berupaya menanamkan sugesti ke dalam pikiran seorang miliuner muda. Tentu saja semua ini terjadi hanya dalam skenario film Inception, yang pusat ceritanya ada pada ide penanaman gagasan ke alam subsadar seseorang. Jika hal ini bisa diaplikasikan di dunia nyata, alangkah hebatnya orang-orang dengan kemampuan seperti Dom Cobbs. Ia bisa memanipulasi dan mengatur sekehendak hati jalan pikiran siapapun yang ia mau.

Lepas dari brilliannya Christopher Nolan—si empu film—dalam mengkonsep cerita tersebut, gagasan mengenai penanaman ide atau sugesti ke alam subsadar seseorang sebenarnya adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan. Hal yang paling mudah dicermati adalah sugesti yang ditanamkan para pemodal dalam beriklan dan menjajakan produk dagangan mereka. Tanpa disadari kita tergiur untuk membeli produk shampoo yang menyodorkan citra bintang berambut mengkilap dan penuh daya tarik. Tanpa disadari kita juga tergerak untuk membeli berbagai produk makanan setelah selama sekian lama dibombardir oleh citra di tv yang diatur sedemikian rupa untuk menerbitkan air liur di mulut kita.

Ide mengenai tanam gagasan sebetulnya sudah berusia setua kata hipnotis pertama kali dikenal. Definisi hipnotis sendiri tentunya cukup luas dan pastinya rentan polemik di kalangan psikoanalis sendiri. Namun secara populer hipnotis dikenal sebagai sebuah upaya untuk mempengaruhi jalan pikiran seseorang, agar mudah mengabsorbsi suatu sugesti. Pada dasarnya hipnotis dirancang agar alam bawah sadar kita terkonsentrasi pada suatu hal dan menyisihkan hal lain yang berpotensi sebaga distraksi. Hipnotis memiliki potensi besar dalam upaya menjaga kesehatan psikis dan fisik. Hipnoterapi sendiri sudah dikenal kalangan luas sebagai metode efektif untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Potensi hipnotis inilah yang dilirik Dr. Dewi Yogo Pratomo, MHt., seorang hipnoterapis lulusan University of Maryland, Amerika Serikat, untuk menaikkan kepercayaan diri kaum perempuan terutama berkaitan dengan nilai kecantikan diri. Perempuan mana yang tak mau memperoleh cara mempercantik diri tanpa resiko dan efek samping? Pastinya semua perempuan ingin tampil cantik secara aman. Tapi adakah cara efektif untuk mempercantik diri tanpa resiko dan efek samping? Mungkin hypnobeautylah jawabannya.

Sejak awal peradaban, kaum hawa sudah mengupayakan berbagai cara untuk tampil cantik dan menarik, tak hanya untuk merebut perhatian lawan jenis, tapi menjadi cantik itu sendiri adalah tujuan tunggalnya. Ramuan, kosmetika, bahkan mantra-mantra adalah sedikit dari upaya perempuan di masa lalu untuk memperbaiki kualitas wajah dan tubuh mereka. Tapi menurut Dr. Dewi Yogo Pratomo, terkadang nilai cantik bukanlah yang disematkan oleh orang lain, melainkan apa yang diyakini perempuan itu sendiri.

Bicara perkara kecantikan tak melulu berkaitan dengan kualitas kulit, langsing-tidaknya tubuh, atau mengkilap-kusamnya rambut seseorang. Karena secantik apapun seorang perempuan, jika ia tak percaya diri maka ia tak akan pernah meraih kecantikan yang sejati. Menjadi cantik merupakan kualitas yang dipancarkan seorang wanita bahwa ia yakin dirinya berharga dan menarik. Melalui program hipnosa yang dilabeli Hypnobeauty, Dr. Dewi mengungkapkan bahwa keyakinan semacam ini bisa diraih perempuan manapun.

Seperti halnya Dom Cobbs menanamkan sugesti ke target insepsinya, Hypnobeauty pun dilakukan dengan cara menanamkan sugesti positif kepada kaum perempuan. Dalam hypnobeauty, target hipnosa digiring ke kondisi di mana  frekuensi otaknya berada pada gelombang Alpha dan Tetha. Setelah itu Dr. Dewi menanamkan sugesti menggunakan semacam panduan audio yang ia rekam sedemikian rupa, lengkap dengan berbagai efek suara dan musik. Dengan mendengar panduan suara ini, kita pun mengalami tahapan trance—kondisi di mana mental kita terhindar dari distraksi dan terkonsentrasi hanya kepada satu hal. Di sinilah tahap di mana alam bawah sadar kita menyimpan kode-kode tertentu, untuk nantinya secara tak sadar terurai dalam bentuk rasa yakin bahwa kita ini cantik dan menarik.



Hypnobeauty mengarah pada rasa bimbang kaum perempuan pada nilai cantik yang mereka sandang. Meskipun mungkin nilai cantik memiliki takarannya sendiri secara general, tapi seringnya kaum perempuan justru tidak terlalu bermasalah dengan takaran tersebut. Kebanyakan perempuan malah sibuk berperang secara internal dengan rasa tidak percaya diri. Puluhan juta yang dibelanjakan untuk kosmetik dan berbagai perawatan kecantikan akan menjadi tak bermakna, jika akar permasalahan kaum perempuan justru ada pada lemahnya keyakinan pada diri mereka sendiri.

Mengingat minimnya resiko yang mungkin terjadi, hypnobeauty sebetulnya metode yang layak sekali untuk dicoba. Hypnobeauty bekerja pada level dan areal yang berbeda dengan metode “pemercantik” diri yang lain. Jika kosmetik dan perawatan fisik lainnya diandaikan sebagai upaya memoles hardware, hypnobeauy bisa diandaikan sebagai metode membenahi softwarenya. Dengan hypno beauty, seorang perempuan bisa melampaui nilai cantik konvensional, hanya dengan mengorbankan sedikit waktu luang dan energi. 

No comments:

Post a Comment