Dom Cobbs dan
rekan-rekannya terlibat dalam aksi mengejar
dan dikejar, menculik dan mencuri, saling tembak, saling baku hantam, dan
berkali-kali menghadapi ancaman maut. Persona penuh kharisma yang diperankan
dengan sangat piawai oleh Leonardo Dicaprio ini tidak sedang berada dalam aksi melawan
musuh yang nyata; jauh dari itu ia sedang berupaya menanamkan sugesti ke dalam
pikiran seorang miliuner muda. Tentu saja semua ini terjadi hanya dalam
skenario film Inception, yang pusat ceritanya ada pada ide penanaman gagasan ke
alam subsadar seseorang. Jika hal ini bisa diaplikasikan di dunia nyata, alangkah
hebatnya orang-orang dengan kemampuan seperti Dom Cobbs. Ia bisa memanipulasi
dan mengatur sekehendak hati jalan pikiran siapapun yang ia mau.
Lepas dari brilliannya
Christopher Nolan—si empu film—dalam mengkonsep cerita tersebut, gagasan mengenai
penanaman ide atau sugesti ke alam subsadar seseorang sebenarnya adalah sesuatu
yang sangat mungkin dilakukan. Hal yang paling mudah dicermati adalah sugesti
yang ditanamkan para pemodal dalam beriklan dan menjajakan produk dagangan
mereka. Tanpa disadari kita tergiur untuk membeli produk shampoo yang menyodorkan
citra bintang berambut mengkilap dan penuh daya tarik. Tanpa disadari kita juga
tergerak untuk membeli berbagai produk makanan setelah selama sekian lama
dibombardir oleh citra di tv yang diatur sedemikian rupa untuk menerbitkan air
liur di mulut kita.
Ide mengenai tanam
gagasan sebetulnya sudah berusia setua kata hipnotis pertama kali dikenal. Definisi
hipnotis sendiri tentunya cukup luas dan pastinya rentan polemik di kalangan
psikoanalis sendiri. Namun secara populer hipnotis dikenal sebagai sebuah upaya
untuk mempengaruhi jalan pikiran seseorang, agar mudah mengabsorbsi suatu
sugesti. Pada dasarnya hipnotis dirancang agar alam bawah sadar kita terkonsentrasi
pada suatu hal dan menyisihkan hal lain yang berpotensi sebaga distraksi.
Hipnotis memiliki potensi besar dalam upaya menjaga kesehatan psikis dan fisik.
Hipnoterapi sendiri sudah dikenal kalangan luas sebagai metode efektif untuk
meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Potensi hipnotis inilah
yang dilirik Dr. Dewi Yogo Pratomo, MHt., seorang hipnoterapis lulusan
University of Maryland, Amerika Serikat, untuk menaikkan kepercayaan diri kaum
perempuan terutama berkaitan dengan nilai kecantikan diri. Perempuan mana yang
tak mau memperoleh cara mempercantik diri tanpa resiko dan efek samping? Pastinya semua perempuan ingin tampil cantik secara aman. Tapi adakah cara efektif untuk mempercantik diri tanpa resiko dan efek samping? Mungkin hypnobeautylah jawabannya.
Sejak awal peradaban,
kaum hawa sudah mengupayakan berbagai cara untuk tampil cantik dan menarik, tak
hanya untuk merebut perhatian lawan jenis, tapi menjadi cantik itu sendiri adalah
tujuan tunggalnya. Ramuan, kosmetika, bahkan mantra-mantra adalah sedikit dari
upaya perempuan di masa lalu untuk memperbaiki kualitas wajah dan tubuh mereka. Tapi
menurut Dr. Dewi Yogo Pratomo, terkadang nilai cantik bukanlah yang disematkan
oleh orang lain, melainkan apa yang diyakini perempuan itu sendiri.
Bicara perkara
kecantikan tak melulu berkaitan dengan kualitas kulit, langsing-tidaknya tubuh,
atau mengkilap-kusamnya rambut seseorang. Karena secantik apapun seorang
perempuan, jika ia tak percaya diri maka ia tak akan pernah meraih kecantikan yang sejati. Menjadi cantik merupakan kualitas yang dipancarkan seorang wanita bahwa ia yakin dirinya berharga dan menarik. Melalui program hipnosa yang
dilabeli Hypnobeauty, Dr. Dewi mengungkapkan bahwa keyakinan semacam ini bisa diraih perempuan manapun.
Seperti halnya Dom
Cobbs menanamkan sugesti ke target insepsinya, Hypnobeauty pun dilakukan dengan
cara menanamkan sugesti positif kepada kaum perempuan. Dalam hypnobeauty, target
hipnosa digiring ke kondisi di mana frekuensi otaknya berada pada gelombang Alpha dan Tetha. Setelah itu Dr. Dewi menanamkan sugesti menggunakan semacam panduan audio yang ia rekam
sedemikian rupa, lengkap dengan berbagai efek suara dan musik. Dengan mendengar
panduan suara ini, kita pun mengalami tahapan trance—kondisi di mana
mental kita terhindar dari distraksi dan terkonsentrasi hanya kepada satu hal. Di sinilah tahap di mana alam bawah sadar kita menyimpan kode-kode tertentu, untuk nantinya secara tak sadar terurai dalam bentuk rasa yakin bahwa kita ini cantik dan menarik.
Hypnobeauty mengarah
pada rasa bimbang kaum perempuan pada nilai cantik yang mereka sandang. Meskipun
mungkin nilai cantik memiliki takarannya sendiri secara general, tapi seringnya kaum
perempuan justru tidak terlalu bermasalah dengan takaran tersebut. Kebanyakan perempuan malah sibuk berperang secara internal dengan rasa tidak percaya diri. Puluhan
juta yang dibelanjakan untuk kosmetik dan berbagai perawatan kecantikan akan
menjadi tak bermakna, jika akar permasalahan kaum perempuan justru ada pada
lemahnya keyakinan pada diri mereka sendiri.
Mengingat minimnya
resiko yang mungkin terjadi, hypnobeauty sebetulnya metode yang layak sekali
untuk dicoba. Hypnobeauty bekerja pada level dan areal yang berbeda dengan
metode “pemercantik” diri yang lain. Jika kosmetik dan perawatan fisik lainnya
diandaikan sebagai upaya memoles hardware, hypnobeauy bisa diandaikan sebagai
metode membenahi softwarenya. Dengan hypno beauty, seorang perempuan bisa
melampaui nilai cantik konvensional, hanya dengan mengorbankan sedikit waktu luang
dan energi.

No comments:
Post a Comment