Blogger Widgets

Friday, March 1, 2013

Katharine Hepburn: Our beloved Hollywood's Badass


Feminine badassness +(plus) hollywood =(equals) Katharine Hepurn. Yah, mungkin formulanya tidak sesederhana itu, tapi mendengar tiga kata: feminism, badass, dan hollywood, mau tidak mau citra yang paling lekat dalam ingatan adalah sosok Katharine Hepburn. Hepburn (Katharine not Audrey if I may point out), adalah epitome untuk feminisme ala hollywood. Lahir dari keluarga terpelajar dengan kedua orangtua yang giat di gerakan feminisme first wave, Katharine tumbuh dengan ajaran bahwa ia bebas mengaktualisasikan diri sepenuhnya di dunia. Kat dikenal menggemari olahraga tenis, renang, golf, gulat, dan selam. Perlu diketahui kesemua olahraga favorit Kat ia lakoni di masa di mana baju renang perempuan segaja dibikin menutupi paha dan lengan.

Semasa kuliah di Bryn Mawr College—yang tak lain adalah sebuah women’s liberal arts college—Katharine terkenal senang mandi bertelanjang di air mancur perpustakaan. Ia juga dikenal berkali-kali menjuari kejuaraan golf dan tenis. Salah satu sikapnya yang dianggap subversif pada jamannya adalah kebiasaan ia mengenakan pantalon, jauh sebelum trend kaum hawa bercelana panjang. Kat konon juga senang mandi air dingin, sesuai dengan prinsip hidupnya: “the bitterer the medicine, the better it was for you.” Untuk menambah daftar badassness  si ratu angkuh, Kat pernah kehilangan 95 % harta bendanya dalam sebuah musibah angin puyuh; dan alih-alih menangisi nasib ia malah melenggang berakting dalam pentas broadway berjudul: The Philadelphia Story di tahun yang sama . Nah, jika itu bukan badass maka Lucy Lawless* adalah gadis manis penjual kue pramuka.

Soal karirnya sebagai bintang film, prestasi Kat tidak perlu diragukan lagi. Seumur Hollywood mengadakan perhelatan Academy Award, tak satupun aktris yang sanggup mengalahkan rekor Katharine dalam menyabet 4 oscar sebagai best actress. Dinominasikan sebanyak 12 kali, rekor nominasi oscar Kat hanya dikalahkan oleh Meryl Streep (14 kali nominasi). Perlu diketahui semua oscar ini didapat Kat, tanpa sekalipun ia hadiri acara penganugerahannya. Satu lagi trivial fact menarik soal Kat, adalah opininya soal Meryl Streep, yang jelas menunjukkan ketidaksukaannya akan akting sang junior. Kat mengklaim ia bisa menebak dengan mudah setiap taktik akting Streep. Katharine memang pembela underdogs, daripada memuji bintang populer seperti Marlon Brando dan Meryl Streep, Ia lebih mengakui kepiawaian Jeremy Irons dan John Lithgow. Nama yang disebut belakangan adalah aktor uderrated yang populer di sitcom 3rd rock from the sun dan pengisi suara Lord Farquad dalam film animasi Shrek. Bayangkan seorang ratu oscar memuji akting seorang aktor yang (hanya) aktif di televisi dan terkenal sebagai dubber film kartun. Dalam hal ini, sikap kritis Kat patut dipuji, karena ia menyadari kalau opini dan asumsi Hollywood itu bias dan politis.

Katharine Hepburn memang simbol perempuan kuat yang mengagumkan. Elizabeth Taylor saja pernah berkata: “Oh boy, I wish I was her (Hepburn).” Kecantikannya terpancar kuat dari kepercayaan dirinya yang tinggi. Berkaca pada sosok beliau rasanya lega sekaligus iri. Lega karena memahami kalau perempuan pun mampu untuk menjadi independen dan kuat seperti dia. Iri karena selama ini kita—kebanyakan perempuan—masih sering ragu untuk bisa sepenuhnya memerah potensi diri dan mengaktualisasikannya sebebas mungkin. Mungkin melalui sosoknya, kita terinspirasi untuk menjadi seorang Katharine Hepburn lain yang badass di bidang kita masing-masing :D

No comments:

Post a Comment