Feminine badassness +(plus) hollywood =(equals) Katharine
Hepurn. Yah, mungkin formulanya tidak sesederhana itu, tapi mendengar tiga
kata: feminism, badass, dan hollywood, mau tidak mau citra yang paling lekat
dalam ingatan adalah sosok Katharine Hepburn. Hepburn (Katharine not Audrey if
I may point out), adalah epitome untuk feminisme ala hollywood. Lahir dari
keluarga terpelajar dengan kedua orangtua yang giat di gerakan feminisme first
wave, Katharine tumbuh dengan ajaran bahwa ia bebas mengaktualisasikan diri
sepenuhnya di dunia. Kat dikenal menggemari olahraga tenis, renang, golf,
gulat, dan selam. Perlu diketahui kesemua olahraga favorit Kat ia lakoni di masa
di mana baju renang perempuan segaja dibikin
menutupi paha dan lengan.
Semasa kuliah di Bryn Mawr College—yang tak lain adalah sebuah
women’s liberal arts college—Katharine
terkenal senang mandi bertelanjang di air mancur perpustakaan. Ia juga dikenal
berkali-kali menjuari kejuaraan golf dan tenis. Salah satu sikapnya yang
dianggap subversif pada jamannya adalah kebiasaan ia mengenakan pantalon, jauh
sebelum trend kaum hawa bercelana panjang. Kat konon juga senang mandi air
dingin, sesuai dengan prinsip hidupnya: “the
bitterer the medicine, the better it was for you.” Untuk menambah daftar badassness si ratu angkuh, Kat pernah kehilangan 95 %
harta bendanya dalam sebuah musibah angin puyuh; dan alih-alih menangisi nasib
ia malah melenggang berakting dalam pentas broadway berjudul: The Philadelphia Story di tahun yang sama
. Nah, jika itu bukan badass maka Lucy
Lawless* adalah gadis manis penjual kue pramuka.
Soal karirnya sebagai bintang film, prestasi Kat tidak perlu
diragukan lagi. Seumur Hollywood mengadakan perhelatan Academy Award, tak
satupun aktris yang sanggup mengalahkan rekor Katharine dalam menyabet 4 oscar sebagai
best actress. Dinominasikan sebanyak
12 kali, rekor nominasi oscar Kat hanya dikalahkan oleh Meryl Streep (14 kali
nominasi). Perlu diketahui semua oscar ini didapat Kat, tanpa sekalipun ia
hadiri acara penganugerahannya. Satu lagi trivial fact menarik soal Kat, adalah
opininya soal Meryl Streep, yang jelas menunjukkan ketidaksukaannya akan akting
sang junior. Kat mengklaim ia bisa menebak dengan mudah setiap taktik akting
Streep. Katharine memang pembela underdogs,
daripada memuji bintang populer seperti Marlon Brando dan Meryl Streep, Ia lebih
mengakui kepiawaian Jeremy Irons dan John Lithgow. Nama yang disebut belakangan
adalah aktor uderrated yang populer di sitcom 3rd rock from the sun dan pengisi suara Lord Farquad
dalam film animasi Shrek. Bayangkan seorang ratu oscar memuji akting seorang aktor
yang (hanya) aktif di televisi dan terkenal sebagai dubber film kartun. Dalam
hal ini, sikap kritis Kat patut dipuji, karena ia menyadari kalau opini dan
asumsi Hollywood itu bias dan politis.
Katharine Hepburn memang simbol perempuan kuat yang
mengagumkan. Elizabeth Taylor saja pernah berkata: “Oh boy, I wish I was her (Hepburn).” Kecantikannya terpancar kuat
dari kepercayaan dirinya yang tinggi. Berkaca pada sosok beliau rasanya lega
sekaligus iri. Lega karena memahami kalau perempuan pun mampu untuk menjadi independen
dan kuat seperti dia. Iri karena selama ini kita—kebanyakan perempuan—masih sering
ragu untuk bisa sepenuhnya memerah potensi diri dan mengaktualisasikannya sebebas
mungkin. Mungkin melalui sosoknya, kita terinspirasi untuk menjadi seorang Katharine Hepburn
lain yang badass di bidang kita masing-masing :D
No comments:
Post a Comment